Pemkot Imbau Warga Laksanakan Sholat Ied di Rumah

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau warga untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing – masing dan tidak di lapangan atau tempt terbuka lainnya. Meskipun begitu atas arahan dan kesepakatan semua pihak, Pemerintah Kota Balikpapan membuka ruang masyarakat untuk melaksanakan ibadah Shalat Ied di rumah ibadah baik di masjid dan mushola di lingkungan rumah sekitar.

“Pemerintah Kota Balikpapan bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) hormat kepada panduan dan fatwa Majelis Ulama Indonesia, kami menghimbau kepada masyarakat untuk beribadah Shalat Ied di rumah masing – masing”, kata Walikota Balikpapan setelah melakukan koordinasi tentang pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Kantor Walikota Balikpapan.

Hadir pada saat pertemuan tersebut, bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), Badan Intelijen Nasional Kota Balikpapan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kepala Kantor Kementerian Agama Balikpapan, Majelis Ulama Indonesia Balikpapan, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para pemuka agama lainya.

Baca Juga :   Menjadi Pelindung Keluarga dengan Tetap Aman COVID-19 dan Produktif

Rizal menambahkan “meskipun pemerintah menghimbau agar masyarakat melaksanakan Shalat Ied di rumah masing – masing, atas arahan dan kesepakatan semua pihak, Pemerintah Kota membuka ruang masyarakat untuk melaksanakan ibadah Shalat Ied di rumah ibadah (masjid dan mushola) di lingkungan rumah sekitar, tetapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan yang akan dikeluarkan Pemerintah Kota bersama instansi terkait”.

Pelaksanaan ibadah di masjid atau mushola dengan menerapkan protokol kesehatan dan dianjurkan hanya untuk pria dan dihimbau untuk wanita dan anak-qnak tetap ibadah di rumah. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus corona semakin meluas, pasalnya selama sepekan terakhir memang kota Balikpapan mengalami penurunan pasien positif, tapi terdapat peningkatan PDP dan ODP di Kota Balikpapan.

Baca Juga :   Beberapa Warga Terdampak Banjir Bantaeng Diungsikan ke Delapan Titik

“Juga perlu diingat, di antara pasien yang positif di Balikpapan terdapat kluster Gowa dan Kluster Magetan. Dua kluster ini ada yang sudah terlacak, tapi juga ada yang belum melapor atau terlacak. Ini menjadi pertimbangan kita semua agar pelaksanaan ibadah di masjid bisa menerapkan protokol kesehatan yang ketat dari pengurus masjid juga didampingi Dewan Masjid Indonesia” ungkap Rizal.

Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan, jika dalam perkembangannya akan terjadi kembali lonjakan pasien positif, PDP dan ODP maka kebijakan membuka ruang masyarakat untuk melaksanakan ibadah Shalat Ied di rumah ibadah (masjid dan mushola) di lingkungan rumah sekitar akan dikaji ulang.

“Besar harapan saya agar pelaksanaan Shalat Ied ini sesuai yang kita inginkan bersama, untuk masyarakat yang beribadah di Masjid atau Mushola harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan DMI dan pengrus masjid atau mushola selain mendampingi juga harus melakukan pencatatan jamaah yang hadir di masjid atau mushola tersebut, dan dalam proses beberapa hari ini kita tetap melaksanakan physical distancing secara ketat, bersabar untuk tidak keluar rumah”. Tutup Rizal.

Baca Juga :   Penerbangan Kriteria Khusus Bandara SAMS Sepinggan Utamakan Protokol Kesehatan

Foto : instagram rz_effendi58
Penulis : Muhammad Irfan
Editor : Irfan Al Mandary

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *