Virus Corona tidak berdampak besar bagi industri Ekspor Impor di Balikpapan

Balikpapan – Korban tewas dari wabah virus corona China terus bertambah dari hari ke hari. Hingga Kamis pagi (28/5) ) pukul 08.10 waktu Indonesia, korban tewas sudah mencapai 356,839 orang di dunia.

Pandemi virus corona menjadi momok menakutkan di dunia. telah terkonfirmasi terjangkit virus ini di 64 negara termasuk Indonesia, Berbagai upaya antisipasi dilakukan untuk mencegah virus mematikan ini memasuki Indonesia.  

Bukan hanya mempengaruhi secara kesehatan, virus ini juga dapat menimbulkan efek samping di berbagai bidang, seperti aktivitas perdagangan antar negara, termasuk di Balikpapan.

Kendati demikian, Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) M Basir mengatakan bahwa pengaruh covid-19 terhadap kegiatan bongkar muat harang di pelabuhan peti kemas Kariangau tidak signifikan.

Baca Juga :   Angkasa Pura I Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Seluruh Bandara

“jika di bilang berpengaruh pasti berpengaruh, akan tetapi di KKT pada triwulan satu, Januari – April malah mengalami peningkatan sebesar 3 – 5 persen, meskipun ada covid tetapi yang membantu adalah Pelayanan Internasional (Direct call). Dan satu – satunya terminal yang ada di wilayah Pelindo 4 yang bisa menangani 3 kapal directcall, yakni kapal LCT dari singapura  ke Balikpapan setiap 10 hari membawa 120 peti kemas. Yang kedua pengiriman dari Sangghai ke Balikpapan, dan yang ketiga Import dari Korea ke Balikpapan rata – rata 800 peti kemas dalam sebulan” kata Basir saat ditemui lingjarkota.com di kantor nya.

Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan merupakan satu-satunya pelabuhan bertaraf internasional yang menjadi pintu gerbang utama bagi kegiatan bongkar muat barang yang berasal dari luar negeri, termasuk dari Cina.

Baca Juga :   Pemerintah beri keringanan Penunggak BPJS

Menurut Basir, jika kita berbicara impor yang banyak, secara nasional tidak bagus, karena barang impor yang datang dari negara lain datang ke Indonesia, tapi secara regional untuk Kalimantan Timur sangat baik. Karena kontainer yang di kirim ke Balikpapan biasanya dikirim melalui jalur Jakarta atau Surabaya, berarti pajak impor masuk ke Jakarta dan Surabaya dan sekarang masuk di Kalimantan Timur (Kaltim) dan itu juga yang memicu ekonomi di Kaltim, termasuk pertumbuhan PAD Provinsi Kaltim.

Meskipun demikian, yang agak terganggu adalah negara tujuan (ekspor) banyak sekali komoditi ekspor yang ada di Kalimantan Timur yang akan masuk ke Cina atau Eropa untuk saat Pandemi ini belum bisa masuk.

Baca Juga :   AP I Balikpapan Bersama RSPB Gelar Rapid Test Ke Petugas Bandara

“Itu saja kendala nya kalo segi ekspor, tapi kalo untuk bongkar di Balikpapan tidak ada masalah, malah sekarang kita menambah shift petugas bongkar muat, yang tadinya hanya dua shift sekarang sudah menjadi tiga shift. Meskipun ada konsekuensi tambahan biaya tidak apa, Kao untuk Negara ini dan masyarakat kenapa tidak,” ujar Basir.

KKT selaku penanggung jawab logistik operasional,
dan selaku penopang distribusi barang di Kalimantan Timur, maka harus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan Bangsa ini, tambah Basir.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *