Karya Kendaraan Listrik Mahsiswa STT Migas disaat Pandemi

Balikpapan – sejumlah mahasiswa D3 Teknik instrumentasi elektronika Migas Balikpapan, berhasil bertindak produktif, menghasilkan karya berupa kendaraan listrik, di tengah pandemi covid -19 dan pelaksanaan kegiatan perkuliahan secara online. Kendaraan listrik yang dibuat yakni sepeda listrik, Scooter Listrik dan papan Skateboard Listrik.

karya yang mereka buat merupakan pengembangan dari sejumlah karya serupa yang telah beredar di pasaran. seperti sepeda listrik mahasiswa ini juga menambahkan solar cell di bagian belakang untuk menambah daya pakai energi listrik, yang menggunakan energi dari baterai isi ulang atau baterai cahrage.

Jika daya tahan baterai normal hanya 5 jam dengan taman solar cell bisa menambah daya hingga 1 jam, khususnya di saat cuaca terik, sehingga penggunaan sepeda listrik bisa lebih lama.

Baca Juga :   Dewan Dukung Pemkot Balikpapan Liburkan Sekolah

Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan sepeda listrik Ini menghasilkan Rp.7 juta, sementara pembuatan papan skateboard listrik dan listrik memakan biaya sebesar Rp 3. Juta.

Salah satu mahasiswa D3 TIEM STT Migas Balikpapan, Muhammad Nur, yang menjadi bagian dari pembuatan sepeda listrik mengtakan jika apa yang mereka kerjakan merupakan tugas akhir mahasiswa semester akhir seblum dilakukan sidang kelulusan.

“ini merupakan proyek tugas akhir kami dimana bertemakan elektrik panel, kendaraan listrik ini kami buat pada masa pandemi covid-19 ini, di mana kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin di saat pandemi tersebut” kata Muhammad Nur.

Ditambahkan Muhammad Nur, jika sistem kerja alat ini menggunakan baterai sebagai sumber utama daya, yang kemudian dibantu oleh solar cell sebagai pengisi daya.

Baca Juga :   SKK Migas – KKKS Wilayah Kalsul Gelar Webinar dan Lomba Karya Jurnalistik

“sistem kerjanya sendiri, di mana baterai sebagai sumber utama daya tersebut lalu dibantu juga oleh solarc ell, penambahan sollarcell tersebut kami sebagai kami buat sebagai inovasi dari sepeda sepeda listrik yang telah ada di pasaran. Dimana solar sel tersebut dapat mengisi daya juga ke baterai dalam di saat penggunaan di cuaca panas” Ujar Muhammad Nur saat melakukan percobaan sepeda listriknya di lapangan Kampus STT Migas.

Tiga karya yang di buat oleh mahasiswa STT Migas ini di bagi dalam tiga kelompok, kelompok pembuatan Sepeda Listrik (E-bike Project) adalah Dewa Made Gita Prayoga, Luthfi Ananda, dan Muhammad Noor, untuk pembuatan Scooter Listrik (Electric) Esa Pratama, Ferdian Charles, dan Owen Tulus Silalahi, sementara pembuatan Skateboard Listrik (Electrik) mahasiswa bernama Mohammad Arief Choiruddin dan Panji Wahyu Ramadhan.

Baca Juga :   Menerapkan MIKiR dengan Gamifikasi Pembelajaran Daring

Untuk penggunaan Skateboard Listrik dan Scooter Listrik sementara ini pengguaan dengan waktu yang terbatas, mengiingat daya baterai yang di gunkan lebih kecil dan lebih cicok di pakai saat car freday atau akhir pekan. Karya ini nantinya akan dilakukan pengembangan untuk mendaatkan hasil yang di inginkan dan disessuaikan dengan kebutuhan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *