Ini Tujuh Rekomendasi Rapimnas III MN KAHMI

Jakarta – Ada tujuh point rekomendasi yang dihasilkan Majelis Nasional KAHMI dalam Rapat Pimpinan Nasional KAHMI yang digelar secara virtual sejak 8 – 10 Juni 2020.

Dari ketujuh rekomendasi itu, empat di antaranya ditujukan untuk pihak eksternal, dalam hal ini pemerintah republik Indonesia, guna memberikan sumbangsih saran dan masukan dalam menghadapi problematika yang sedang melilit bangsa Indonesia.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi, MN KAHMI meminta pada pemerintah untuk menggunakan disrupsi Covid-19 yang telah melalui banyak pengorbanan diberbagai bidang dijadikan momentum mentransformasikan aspek-aspek strategis tata kelola pemerintahan menjadi lebih esensial, efisien, dan efektif.

Selain itu, KAHMI juga meminta pemerintah untuk secara terukur memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (new normal) dengan berbasis pada science based-policy, koordinasi Pusat dan daerah yang baik dan memperhatikan sungguh-sungguh keselamatan rakyat.

Baca Juga :   Lingkar Group Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

MN KAHMI juga memberikan saran agar pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada Desember 2020 untuk dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan rakyat dan memperhatikan kualitas demokrasi.

KAHMI juga akan selalu proaktif merespon isu-isu kontemporer (seperti TKA, Komunisme, Covid-19, Pilkada) dan strategis legislasi (seperti RUU, HIP, UU Pemilu dan lainnya) yang menjadi prioritas legislasi nasional dan menyangkut hajat hidup orang banyak agar tidak menjadi ancaman stabilitas nasional.

MN KAHMI juga menyarankan kepada KAHMI di setiap tingkatan untuk membuat gugus pemikir berbasis kompetensi yang menjadi penggerak inovasi disetiap tingkat pemerintahan.

Selanjutnya diusahakan agar KAHMI memulai untuk merintis amal usaha organisasi, menumbuhkan generasi muslimpreneur dan menjadi jembatan (bridging) pengembangan usaha yang dimiliki alumni KAHMI menjadi lebih besar.

Baca Juga :   Pemkot Balikpapan Subsidi Sertifikasi Halal UMKM

Terakhir, KAHMI disegenap jenjang kepemimpinan tetap menjalankan roda organisasi, termasuk musyawarah pergantian pengurus, dengan memanfaatkan teknologi informasi agar peran-peran kontributif tetap dapat dijalankan dalam situasi apapun (hmi)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *