DPRD Soroti Kinerja Pemkab, Hingga April Serapan Anggaran Pemkab dibawah 10 Persen

KutaiKartanegara – Memasuki semester satu pada April tahun ini, penyerapan anggaran APBD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kurang maksimal

Kurangnya penyerapan APBD itu menjadi sorotan di lembaga Legislatif Kabupaten Kukar, Ketua komisi III DPRD kukar, Andi Faisal mengkritik kinerja Pemkab yang sangat lamban, pasalnya serapan anggaran masih dibawa 10 persen dari Rp 3,6 Triliun  “Sangat jauh sekali dari harapan yang seharusnya dilakukan.” Kata Andi.

Lamban nya penyerapan itu diketahui karena  kendala yang dihadapi oleh OPD teknis sehingga penyerapan anggaran tidak maksimal. Imbas pergantian aplikasi dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (Simral) menjadi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Kita akan terus evaluasi agar kegiatan pembangunan bisa berjalan dengan baik dan cepat terlaksanakan tanpa harus menumpuk dipertengahan maupun diakhir tahun” imbuhnya.

Baca Juga :   Ajak Masyarakat Bersatu dan Berjuang di Momen Kemerdekaan, Safaruddin: Kita Harus Merdeka dari Covid-19

Kabupaten Kukar memiliki sekira 20 ribu pegawai, persoalan teknis semestinya bukan menjadi alasan  kendala.  Andi menghawatirkan kejadian pada tahun lalu akan terulang kembali.

“Akibatnya menimbulkan hutang kepada pihak-pihak yang telah bekerjama dengan pemerintah, jangan sampai terulang kembali.” Tegas Politisi Golkar ini.

Andi menambahkan, Jika memang terdapat kendala dan permasalahan seharusnya OPD teknis bisa berkomunikasi dengan DPRD bukan malah berdiam diri. Sehingga sama-sama bisa ditindaklanjuti.

“Ini tidak ada komunikasi dengan kita, malah DPRD yang proaktif kalau tidak kita panggil, mereka tidak ada komunikasi. Nah inikan lucu. sebenarnya intinya itu hanya komunikasi saja,” tutupnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *