PDIP Kaltim Gelar Diklat Pendidikan Politik Kader Pratama

Samarinda – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kaltim menggelar pelatihan kaderisasi Badan Pelatihan dan Pendidikan Partai (Badiklat) tingkat pratama.

Samarinda, DPD PDIP Kaltim melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pratama, Sabtu (7/8) yang yang digelar secara Hybrid online.

Diklat Pratama yang dibekali dengan Pendidikan Politik itu dihadiri 147 kader PDI Perjuangan, terdiri dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Diklat ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dan akan berakhir pada Senin (9/8).

Wakil ketua bidang ideologi dan kaderisasi DPD PDI Perjuangan Kaltim Iswandi mengatakan, kegiatan ini bakal menjadi wadah untuk menggembleng kadernya agar menjadi militan berdasarkan ajaran pemikiran Bung Karno. “Sebagai partai pelopor, dalam pergerakannya kader harus berwatak gotong royong dan revolusioner. Tentunya mereka juga harus dipahamkan terlebih dahulu materi dasar dari partai kita” ujarnya

Baca Juga :   Alwi meminta Dinas PU memperjelas mekanisme pembayaran lahan stadion

“Materi yang disampaikan juga antara lain visi dan misi partai, AD/ART partai, sejarah partai mulai dari masa PNI hingga PDI Perjuangan,” tambah Iswandi

Iswandi menjelaskan, Diklat ini akan dilaksanakan secara bertahap, tiap bulan sekali, dengan jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 147 orang setiap pelaksanaan.

Pada saat sebelum pandemi covid – 19, Diklat yang di laksanakan partai berlambang banteng dengan moncong putih ini l, dilakukan dengan menempatkan para peserta pelatihan dengan menginap dirumah penduduk. Metode ini dilakukan agar para kader dapat melihat langsung kondisi masyarakat.

“Biasaya para kader kami tempatkan di rumah penduduk di desa selama beberapa waktu, mereka akan digembleng, agitasi propaganda hingga langsung mengetahui apa yang terjadi di masyarakat” jelas Iswandi.

Baca Juga :   PPK dilibatkan dalam Wawancara PPS

Namun berbeda kali ini, menurut Iswandi Diklat Pratama saat ini masuk situasi pandemi covid-19, dan kaderisasi digelar secara virtual.

“Kaderisasi kita format secar hybrid online, tetapi bukan berarti menghilangkan tujuan utama dalam proses kaderisasi, dan ini dilakukan juga mengikuti perkembangan jaman” tutur Iswandi.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis menyebutkan, setiap kader harus mempunyai militansi dan watak gotong royong juga progresif revolusioner.

“Banyak materi yang dibekali dalam ini, Mulai dari sejarah lahirnya pancasila 1 Juni, Pancasila dan Marhaenisme, sejarah partai sejak PNI ke PDI sampai PDI-P, ”ungkapnya.

Pemetaan politik juga tak lepas pembahasan dalam kaderisasi ini, kemudian tata kelola partai. Sharing season pengalaman soal Pileg dan Pilkada pun ditularkan kepada peserta.

Baca Juga :   Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Ditunda

Calon kader juga kata perempuan yang akrab disapa Nanda ini, mereka harus memahami bahwa cara hidup Pancasila tidak hanya sekedar pembelajaran.

“Tapi pancasila harus menjadi falsafah hidup kami”, tutup anggota DPRD Kaltim ini. (*)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *