Semua objek wisata di Balikpapan di tutup, Kecuali Pantai Nirmala Lamaru

Balikpapan, Pemerintah Kota Balikpapan memutuskan menutup pusat perbelanjaan dan wisata selama tiga hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan warga saat lebaran.

Documentasi

Tempat wisata yang di tutup diantaranya Pantai Manggar Segarasari, Pantai Lamaru, Pantai Kemala Bhayangkara, Pantai Monpera hingga Pantai Kilang Mandiri Kota Balikpapan. Termasuk Kebun Raya Balikpapan sampai kawasan wisata pendidikan dan lingkungan hidup Beruang Madu.

Terdapat satu pantai lagi sebagai objek wisata baru di Kota Balikpapan, yang telah di louncing pada 30 September 2018 lalu yang di hadiri beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta dimeriahkan beberapa pertunjukan tari dan pakaian adat daerah yang masih bisa di kunjungi warga.

Tempat wisata yang seumur jagung ini masih bisa di nikmati ketika libur lebaran tahun ini, pasalnya, menurut Rudy pedagang Es keliling yang berjualan di pantai Nirmala mengatakan, sejak hari pertama lebaran pantai Nirmala tidak pernah di tutup. Meskipun pengunjung kurang, tapi memamg tidak ada penutupan tempat wisata di pantai ini.

Baca Juga :   Dukung Program Keamanan Penerbangan, Angkasa Pura I Balikpapan Gelar ASC

“Hari pertama lebaran masih sepi, mungkin memang belum banyak yang tau. Hari kedua dan ketiga mulai banyak pengunjung nya, tapi tidak sebanyak pantai Manggar dan Lemaru, mungkin pengunjungnya  hanya orang orang sekitar seni saja”, kata Rudy saat di wawancarai lingkarkota.com

Pantai Nirmala mulai dikelola menjadi tempat berlibur dan berwisata keluarga bagi semua kalangan usia. Lokasinya tempat Wisata ini memang lumayan jauh dari Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau Bandara SAMS Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Butuh waktu sekitar 30 menit menggunakan jalur darat dari Bandara SAMS Sepinggan ke Pantai Nirmala di Lamaru, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bila dibandingkan dengan tempat wisata tetangganya seperti Pantai Manggar Segara Sari dan Pantai Lamaru, jelas Pantai Nirmala masih kalah jauh.

Khusus di Kota Balikpapan, keberadaan Pantai Manggar Segara Sari bisa dikatakan sudah lama. Banyak sekali pengunjung datang ke Pantai Manggar Segara Sari.

Baca Juga :   Penerbangan Kriteria Khusus Bandara SAMS Sepinggan Utamakan Protokol Kesehatan

Fasilitas dan fitur di Pantai Manggar Segara Sari sudah melimpah, banyak sekali seolah jadi tempat Wisata favorit di Kota Balikpapan.

Tapi kini Pantai Nirmala mulai ramai pengunjung dan lengkap fasilitas. Pantai Nirmala asli pantai khas Balikpapan Timur. Pantai Nirmala cocok buat semua, bagi warga Kota Balikpapan maupun luar Kota Balikpapan.

Keberadaan Pantai Nirmala sudah terkonsep tempat Wisata pantai, sedap untuk nongkrong bersantai di Pantai Nirmala.

Masyarakat yang berkunjung di Pantai Nirmala juga dapat merasakan sensasi wahana sepeda gantung,  flying fox. Disekitar Pantai Nirmala juga terdapat, lokasi bersejarah. Ada tugu monumen makam Jepang kala kecamuk Perang Dunia II, antara sekutu dan Jepang.

Disaat pemerintah kota menutup semua tempat wisata untuk melawan Covid-19, masyarakat yang masih mau liburan kelokasi wisata pantai masih bisa berkunjung ke Pantai Nirmala. Memanfaatkan waktu liburan Idul Fitri bersama keluarga ke lokasi wisata yang bernuansa  alam seperti pantai dan laut.

Baca Juga :   Komisi 1 : Raperda Kepemilikan Garasi Belum Waktunya

Ari, salah satu pengunjung pantai nirmala berasal dari Kota Samarinda, sengaja datang ke Pantai Nimala, bersama dengan rombongannya. Pilihan pantai nirmala dengan 15 motor kendaraan ini bukan tanpa sebab.

Karna penutupan pantai Lamaru dan Pantai Manggar Segara sari di Balikpapan mengalihkan rombongan ini ke Pantai  Nirmala.
“Saya dari Kota Samarinda pukul 7 pagi , sampai di pantai sekira pukul 14.00. Tujuan ke Balikpapan adalah berkunjung ke rumah teman dan dilanjutkan dengan wisata ke pantai, tadi sudah coba ke manggar dan lamaru tapi di tutup, kemudian kami pindah ke pantai nirmala”.

Menurut Ari, wisata ke pantai adalah rutinitas tiap tahun baik bersama keluarga maupun teman-teman. “Pandemi virus Covid-19 ini memang bisa merubah rutinitas tahunan warga, kita semua jadi takut – takut juga, tapi kita juga butuh liburan”, ujar Ari.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *