DPD PDIP Kaltim Laporkan Penyebar Hoaks Megawati Wafat

Dewan Pimpinan Daerah (DPD ) PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Timur melaporkan beberapa akun media sosial ke Polresta Samarinda terkait berita bohong, (14/9). Akun media sosial seperti Instagram, Twitter, Youtube, Portal Berita, hingga grup WhatsApp secara bersamaan menyebarkan berita hoaks terkait wafatnya Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

Berita yang tidak benar itupun memicu kegeraman kader PDI Perjuangan, salah satunya Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan DPD PDI Perjuangan Kaltim, Roy Hendrayanto melaporkan akun media sosia yang menyebarkan berita hoak tersebut kepada Polresta Samarinda.

Roy mengatakan bahwa berita tersebut bohong dan memperincikan jika akun-akun tersebut diduga secara tidak bertanggung jawab membagikan berita tidam benar alias hoaks. Menyebut jika Megawati meninggal dunia. Lembaga Palang Merah Indonesia DKI Jakarta pun turut dicatut dalam ucapan belasungkawa, pada 9 September 2021.

Baca Juga :   DPRD Balikpapan mengesahkan Tata Tertib DPRD Tahun 2020

“Akun tersebut menyebarkan berita bohong bahwa Ketua Umum PDIP Megawati telah meninggal dunia, dan nama palang merah indonesia pun turut dicatut dalam ucapan belasungkawa,”ucapnya.

Dalam laporannya, Roy menyebut aktivitas tersebut telah melanggar Pasal 27 Ayat (3), Pasal 28 Ayat (2), Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 390 KUHPidana tentang Berita Bohong, Jo Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dibuktikan dengan unggahan dan unduhan masing-masing pemilik akun di berbagai platform tersebut. Sedangkan pemberitaan dari portal berita dimaksud, melanggar Pasal 1 dan Pasal 4 Peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik.

Baca Juga :   ALIANSI BALIKPAPAN BERGERAK KEMBALI MELAKUKAN AKSI DEMONSTRAN MENOLAK UU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI BALIKPAPAN

Roy sangat berharap agar Polresta Samarinda dapat menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas. Lantas, apakah kelak pelaporan hanya berujung permintaan maaf, menurut Roy kemungkinan tersebut juga bisa saja terjadi.

“Urusan minta maaf itu belakangan. Ibu Mega orangnya bijaksana dan pasti memaafkan. Tetapi untuk saat ini yang terpenting adalah menegakkan hukum ini dulu,” tutupnya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *