Profil Laksono, Dari Kuli Bangunan, Tukang Ojek, Loper Koran Hingga Pimpinan Angkasa Pura Logistik Balikpapan

Siapa sangka, Laksono, yang menjabat Branch Manager (BM) PT. Angkasa Pura Logistik Cabang Balikpapan saat ini, pernah bekerja menjadi kuli bangunan saat merantau ke Kota Balikpapan tahun 1991 silam.

Sejak menginjakan kaki di kota minyak ini, Laksono menggeluti pekerjaan sebagai kuli bangunan sekira dua bulan, tepatnya pada akhir 1991 hingga awal tahun 1992. Ikut pekerjaan sebagai kuli bangunan, membuatnya tidak dapat melaksanakan Ibadah Sholat 5 waktu tepat waktu, kemudian memilih berhenti dan meninggalkan pekerjaan itu.

Dari kuli bangunan, ia mencoba pekerjaan sebagai tukang ojek. Berbekal kendaraan roda dua yang ia sewa dari rekannya di pangkalan, Laksono coba menekuni pekerjaannya mengantar penumpang setalah melaksanakan sholat subuh hingga menjelang Magrib. Di pagi hari ia biasa mengantar penumpang untuk berbelanja ke pasar, siang hingga sore hari ia mangkal di terminal Balikpapan Permai.

Selama 1 tahun menjadi tukang ojek, karena ketekukannya Laksono bisa membeli kendaraan sendiri, namun seiring waktu berjalan ia juga memliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.

“Sembari melaksanakan jasa ojek, terbesit dalam pikiran saya, sampai kapan saya menjadi tukang ojek. Saya membayangkan bila suatu saat nanti saya punya Istri dan anak, lalu mereka ditanya, kamu anak siapa dan Bapak kerjanya dimana? Padahal pendapatan tukang ojek lebih besar tiga kali lipat dari pegawai bawahan”, cerita Laksono.

Sempat juga bapak 3 anak ini, menyampaikan pengalamannya menjadi loper koran di tahun ke tiga berada di Kota Balikpapan. Tugas kesehariannya setelah tidak lagi mengantar penumpang, ia bekerja untuk mengantarkan koran Republika ke Kantor Pemerintahan, Kantor Pertamina, dan perumahan Pertamina hingga pengiriman koran melalui moda bus di Terminal Batu Ampar Balikpapan.

Suami dari Wariati ini, mulai meniti karir di dunia logistik sejak Tahun 1999. Berganung dengan PT. Senawangi Sempati, yang kemudian perusahaan berganti nama dengan PT. Yapindo Transportama (PCP/Priority Cargo & Pakagage) pada tahun 2000.

Selanjutnya, di Tahun 2000 anak dari Bapak Amad Samsuri dan Ibu Sumirah ini di dapuk memegang jabatan GSE Mandala Air pada perusahaan PT. Dharma Bandar Mandala (DBM).

Baca Juga :   116 Veteran Terima Santunan Dari Pemkab Kukar

“Waktu itu saya tidak melamar di PT. DBM, namun nama saya ada di struktur organisasi sehingga saya loncat pindah bekerja di PT. Dharma Bandar Mandala (DBM)”ujar nya.

“Pada Tahun 2006, lanjut lulusan STIE Pancasila di Banjarmasin, “ada kebijakan dari PT. Angkasa Pura I (Persero) pengambil alihan Warehouse Kargo di kelola oleh AP I, pada saat itu namanya Strategic Busines Unit /SBU Warehouse (SSC/Scure Speed Cargo). Karena saya di tawari PT. DBM untuk menjadi Kepala Cabang di Yogyakarta, Ambon dan Cengkareng saya tidak mau. Akhirnya saya memilih bergabung bekerja di SBU Warehouse (SSC) milik PT. Angkasa Pura I Balikpapan. dan memulai dari bawah lagi menjadi Staff operasional di naungi oleh Kokapura dan PT. Aviako” papar pria yang pernah mengenyam bangku SD di SDN Kayutrejo II di Widodaren Ngawi ini.

Pria yang pernah duduk di posisi Supervisor Logistik pada PT. Angkasa Pura Logistik Cabang Balikpapan tahun 2012 ini, memiliki andil dalam mengikuti Akselerasi Perusahaan SBU Terminal Kargo (SSC), yang pada tahun 2011 PT. Angkasa Pura I (Persero) berencana akan mendirikan anak perusahaan PT. Angkasa Pura Logistik.

“Dalam Akselerasi Perusahaan itu, dibuat Visi perusahan, Misi perusahaan, SOP Perusahaan, Yel Yel perusahaan, Lagu Mars perusahaan, yang sampai masih di pergunakan, saya ikut bangga masih bias menyaksikan”, jelas Manager Logistik & Sales PT. Angkasa Pura Logistik Cabang Banjarmasin tahun 2013 – 2018 ini.

Berdirinya SBU Angkasa Pura di Balikpapan pada tahun 2006 menjadi embrio berdirinya Angkasa Pura Logistik di Balikpapan pada tahun 2012, dan itu menjadi awal mula nya Ayah dari Nisa Nur Khalbi Yanti ini meniti karir sebagai pegawai.

“Pada tahun 2012, managemen Angkasa Pura Logistik, meminta saya untuk melakukan pengembangan pada bidang logistik. Pada saat itu saya yang memiliki pengalaman menjadi kurir di PT. Senawangi Sempati selama 6 tahun di promosikan ke unit logistik untuk pengembangan usaha”, imbuh Kepala Cabang PT. Angkasa Pura Logistik di Makassar tahun 2019 ini.

Setalah masuk kedalam unit logistik ini lah, wawasan tentang dunia logitik Laksono bertambah. “ternyata setelah masuk dunia logistik itu luas sekali, didalamnya terdapat project, warehouse, dan kami secara secara otodidak Kami belajar logistik” tambah yang lulus SMP tahun 1988 di SMPN 1 Widodaren Ngawi.

Baca Juga :   Upaya Mewujudkan SDM Produktif di Era Digital, Karang Taruna Kampung Selenggarakan Pelatihan Kerja

Pria yang memiliki anak kedua bernama Muhammad Reza Wicaksono ini, juga menceritakan pengalamannya pada saat di mutase ke Angkasa Pura Logistik Cabang Banjarmasin pada tahun 2013. “Dari kota Banjarmasin lah, kami belajar dilapangan tentang logistik hingga kami dapat melaksanakan kegiatan hingga melakukan ekspor impor dari Angkasa Pura Logistik Banjarmasin dan itu di lakukan hingga saat ini”.

Dengan prestasi yang di miliki Laksono saat memegang AP Log Cabang Banjarmasin, ia di promosikan lagi untuk menahkodai AP Log Cabang Makassar pada tahun akhir November 2018. Selama satu tahun di Makassar, Ayah yang memiliki putra bungsu bernama Muhammad Hisyam Wijaya ini melakukan pembenahan di cabang Makassar untuk kebersihan area cargo, kerapian, ketertiban maupun peningkatan logistik di cabang Makassar.

Di tahun 2020, Pria yang mengenyam pedidikan di SMAN 1 Widodaren Ngawi ini, di tugaskan kembali ke Yogyakarta. 1 tahun 8 bulan menjadi pimpinan AP Log cabang Yogyakarta, pendapatan logistik meningkat tajam. Peningkatan pendapatan itu di topang oleh keberadaan dua bandara yang ada, yakni bandara Adi Sucipto dan bandara Kulon Progo.

Dan tahun 2021, Laksono kembali ke Kota Balikpapan untuk mengembangkan logistik di Kota Balikpapan. Dalam kurun waktu 3 bulan berjalan, AP Log Cabang Balikpapan dapat meningkatkan pendapatannya. “Alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar dan aman, di bulan ke tiga ini kami sudah mulai meningkatkan pendapatan logistik. Balikpapan ini pangsa pasar yang sangat tinggi, banyak perusahaan-perusahaan besar, perusahaan tambang, yang ada di Balikpapan, hingga Alhamdulillah dapat meningkatkan pendapatan kami. Termasuk kami juga sudah melaksanakan pengiriman barang berharga milik negara miliknya Bank salah satu Bank dari Balikpapan ke Kota Tarakan”, papar pria yang gemar memelihara burung Perkutut ini.

Pria yang juga hobi olahraga beladiri ini mentargetkan, AP Log Cabang Balikpapan meningatkan pengiriman melaui darat, laut dan udara.

Baca Juga :   Dinsos Kukar Uji Coba Transformasi Digital Penyaluran Bantuan Sosial non-Tunai

“target kami disini adalah target logistik yang pekerjaannya adalah pengiriman melalui darat, laut dan udara. Kalau pengiriman udara kami kan memang sudah di bidangnya, dan kami akan kembangkan lagi untuk pengiriman daratnya, trucking kami udah mulai jalan, dan kita akan tingkatkan kembali. Dan kami juga akan meningkatkan pengiriman melalui laut, bisa saja nanti kami bekerja sama dengan ALFI/ILFA yang ada di Balikpapan untuk melaksanakan pekerjaan pengiriman laut dengan kapal maupun domestik agar bisa kalaborasi” harap Laksono.

Menurut Laksono, dunia logistik adalah dunia yang tidak mati karena di saat ada wabah korona ini banyak perusahaan yang sudah tutup, tapi justru meningkat. Karena banyak orang tidak bepergian sehingga logistik secara Online dipesan. “Untuk di Balikpapan Alhamdulillah malah meningkat, karena barang yang datang dari pulau Jawa kita distribusikan lagi ke daerah lain yang ada di Kaltim. Semua barang yang di butuhkan di daerah di Kaltim, semua masuknya melalui Kota Balikpapan. Peningkatan pendapatan selama pandemi di Cabang Balikpapan 20 – 25 persen” terangnya.

Negara Indonesia ini adalah kepulauan, dan kebutuhan logistik di Indonesia setiap tahun sekira 350 triliun rupiah, dengan biaya sebesar itu sangat menarik minat perusahaan logistik untuk masuk ke Indonesia.

“kita mendapatkan 1% pun dari 350 triliun itu sudah bisa hidup (perusahaannya), degan angka yang menggiurkan itu berbondong – bondong lah perusahaan asing masuk untuk mengambil peran di bidang logistik. Untuk itu kami juga sudah bersiap, mengantisipasi itu, karena memang pekerjaan logistik lebih besar dari Sabang sampai Merauke itu berapa banyak dan logistik harus jalan terus” ungkap Laksono.

Strategi yang di siapkan oleh AP Log Cabang Balikpapan antara lain, menghadapi perusahaan asing dan persaingan didalam negeri sendiri, Laksono juga mempersiapkan SDM yang yang baik “Jadi SDM kita sudah kita bekalin sesuai dengan kebutuhan masing-masing, jadi kalau kita akan mempunyai lisensi di bidang logistik. Di Balikpapan sendiri terdapat sekira 300 SDM yang memiliki lisensi sesuai dengan kebutuhan dan regulasi dari pemerintah”, Pungkas Laksono.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *