Muhammad Samsun Sosialisasikan Pembagian 20.000 Bibit Alpukat Kepada Petani

Kutai Kartanegara – Muhammad Samsun, S.E., M.Si,. Selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur kembali turun ke lapangan mengunjungi petani guna mensosialisasikan program pembagian bibit di Keluraham Sungai Merdeka, (18/10).
Sosialisasi 20.000 bibit alpukat untuk kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan komitmen Muhammad Samsun dalam sektor pertanian. Diketahui sumber penganggaran program tersebut juga ialah dari dana aspirasi Muhammad Samsun. Ia menargetkan pendistribusian bibit tersebut diantara bulan Oktober dan November.
“Bibit 20.000 untuk Se-Kutai Kartanegara, sedangkan di Kelurahan Sungai Merdeka mendapat 2.000 bibit untuk 2 Kelompok, insyaallah bulan Oktober atau November sudah terdistribusikan,” ujar Samsun.
Adapun landasan program pembagian bibit alpukat tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan prekonomian para petani.
“Alpukat Di Kalimantan Timur Sebagian Besar di datangkan dari wilayah sulawesi dan jawa, nah kalau kita bisa memproduksi sendiri, kenapa tidak memproduksi sendiri, saya yakin ini bisa menjadikan peningkatan dan penghasilan petani kita,” tambahnya.
Usai acara, Siswoyo selaku Gapoktan Kelurahan Sungai Merdeka yang sekaligus Ketua Kelompok Tani Tanah Lembur menuturkan dirinya sangat mengapresiasi dan merespon secara baik tentang program pembagian bibit alpukat tersebut.
“Dengan bantuan 20.000 bibit Alpukat se-Kutai Kartanegara tentu kita sebagai masyarakat merasa terbantu sekali dan kita juga akan rawat sampai berhasil,” tutur Siswoyo.
Siswoyo berharap agar kedepan pemerintah bisa lebih memperhatikan sektor pertanian, tak hanya bibit, jalan usaha tani juga harus menjadi perhatian pemerintah.
“Selain bibit saya berharap jalan usaha tani juga diperbaiki agar petani bisa dengan mudah mengeluarkan hasil pertaniannya,” pungkasnya.
Selain itu, Samsun juga sangat mengharapkan agar kedepan Kaltim dapat memproduksi sendiri buah alpukat agar dapat mensejahterakan petani.
“Alpukat di Kalimantan Timur sebagian besar didatangkan dari wilayah Sulawesi dan Jawa, nah kalau kita bisa memproduksi sendiri, kenapa tidak memproduksi sendiri, saya yakin ini bisa menjadikan peningkatan dan penghasilan petani kita,” tutup Samsun.
Baca Juga :   ALIANSI BALIKPAPAN BERGERAK KEMBALI MELAKUKAN AKSI DEMONSTRAN MENOLAK UU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI BALIKPAPAN

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *