Desa Bukit Raya Kembangkan Ternak Ayam Petelur Sebagai Tambahan PADdes

Kutai Kartanegara – Berdasarkan hasil dari penilaian Kementrian Desa yang diusung dalam program Indeks Desa Membangun (IDM) Bukit Raya kini telah menyandang status Desa Maju dari peringkat Desa berkembang sejak tahun 2020.

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Buit Raya Oktayusman Gunawan mengatakan bahwa hal ini membuat para pengurus desa untuk memotivasi diri lagi dalam meningkatkan kinerja guna mempertahankan predikat desa maju.

“Dari desa berkembang ke Desa Maju ini statusnya baru naik di awal tahun 2020 kemaren, bagi kami bebanya sangat berat karena masih banyak beberapa faktor yang harus kita kembangkan dan kita perbaiki,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya juga tengah fokus untuk mendorong kemajuan sistem perekonomian Daerah. Salah satunya ialah keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), Pemerintah Desa Bukit Raya telah mengembangkan bisnis ayam petelur.

Baca Juga :   Bandara Internasional Yogyakarta Pecahkan Rekor MURI sebagai Bandara dengan Pengoperasian Tercepat

“Pemdes memang menginginkan ternak ayam petelur ini bisa berkembang, saat ini kita masih belajar mencoba ternak ayam dengan jumlah sekitar 700 ekor dgn hasil produksi telur berkisar 13 sampai 17 piring telur tiap hari” Sebutnya.

Pria yang akrab disapa Okta ini menambahkan bahwa hasil yang diperoleh dari ternak ayam petelur yang dikembangkan ini mencapai Rp 4 juta per bulannya, menurutnya pemasukan tersebut menjadi tambahan untuk anggaran Pendapatan Asli Desa (PADdes).

“Kalau dikalkulasikan selama setahun lumayan bisa menjadi tambahan buat dana PADdes, Namun produksinya belum ada setahun, kita baru memulainya bulan lima kemarin,” jelasnya.

Pemerintah Desa mengharapkan produksi yang menunjang perekonomian desa bisa ditingkatkan, sehingga kedepannya para staf dan pengurus desa dapat mengembangkan inovasi baru untuk Desa Bukit Raya.

Baca Juga :   UMK Balikpapan 2020 Naik Rp3,069 Juta

“Dalam segi ekonomi, harapan kedepanya segala produksi ayam petelur ini dapat ditingkatkan, sehingga kita bisa mengembangkan produksi lainnya sekarang kita sudah memulai ternak sapi,” Pungkasnya (Adv/Era).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *