Pondasi Kantor Bappeda Bergeser, Staf Bekerja Secara Was Was

Kutai Kartanegara – Dalam tiga tahun terakhir, staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara bekerja dengan rasa was was. Kantor yang mereka tempati terdapat banyak kerusakan. Namun kecemasan mereka akhirnya sirna setelah markasnya mulai diperbaiki bulan lalu.

Sekertaris Kabupaten (Sekda) Kukar, Sunggono, telah menyaksikan secara langsung kondisi kerusakan gedung Bappeda Kukar.

“Dibagian tembok gedung ada beberapa yang retak, mulai dari dalam sampai di bagian luar. Ditambah lagi turunnya pondasi di bagian utara gedung. Kira kira kerusakan ini terjadi mulai tahun 2019,” kata Sunggono.

Ia melanjutkan, perbaikan kantor sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor di bawah Dinas Pekerjaan Umum Kukar sejak Oktober 2021. Perbaikan difokuskan di bagian dinding luar dan dalam karena kondisinya paling parah. Dalam renovasi ini, Pemkab Kukar mengeluarkan anggaran sekitar Rp 10 miliar.

Baca Juga :   Hibah Aset DJKN Sudah Ditunggu-Tunggu Warga Graha Indah

“Selama perbaikan, para staf Bappeda beraktivitas di lantai dasar kantor. Ditargetkan, perbaikannya selesai pada Desember 2021,” jelasnya.

Kepala Bappeda Kukar, Wiyono menyebutkan, sebanyak 170 stafnya merasa was-was selama bekerja. Yang menjadi masalah, kerusakan dikhawatirkan bisa membuat kantornya ambruk.

Pada 2020 lalu, Dinas PU menganjurkan agar staf Bappeda pindah kantor di gedung yang lebih aman. Maka dari itu, untuk mengurangi beban pada gedung, staf Bappeda menempati lantai dasar kantor dan memindahkan sejumlah arsip dan dua unit tandon air berkapasitas 1 ton.

“Sebelumnya, gedung ini ditempati dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lantai satu hingga tiga, ditempati Bappeda. Sedangkan lantai empat, ditempati Balitbangda,” terangnya kepada Wartawan Rabu (17/11) sore kemarin.

Baca Juga :   Covid-19 Varian Omicron Merebak, DKK Balikpapan Lakukan Pencegahan

Lanjutnya, ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan kerusakan tempat kerja berumur 11 tahun tersebut. Pertama, kata Wiyono, struktur tanah yang tidak stabil. Berikutnya, gedung berdekatan dengan akses vital yakni Jalan AP Mangkunegoro serta Jembatan Kutai Kartanegara.

Ditambah lagi, kendaraan-kendaraan yang melintas pada lokasi itu disebut juga memberikan imbas getaran ke kantor Bappeda Kukar sehingga mempengaruhi struktur bangunan.

Disamping itu, Kepala Dinas PU Kukar, Wisnu Wardana, menyampaikan, perbaikan kantor Bappeda Kukar termasuk kategori pekerjaan berat. Saat ini, perbaikannya di bagian struktur tengah gedung. Dia juga menarget, perbaikan tuntas pada akhir tahun ini.

“Secara teknis, bangunan ini mengalami tekanan beban serta pergeseran pondasi,” pungkas Wisnu. (Adv/al)

Baca Juga :   Gandeng GMNI, Polda Kaltim Bagikan Sembako ke Warga

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *