Tinggalkan Bekas Galian, DPRD Minta Konsep Tatanan Keindahan Kota Jangan Dirusak

BALIKPAPAN- Galian jaringan gas dan beberapa tiang fiber optic serta telepon kabel yang terpasang di Kota Balikpapan masih meninggalkan bekas di beberapa titik.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang menyampaikan, terkait pekerjaan jaringan yang digarap oleh beberapa provider itu kurang nyaman untuk dipandang. Selain itu, bekas tersebut juga dapat berdampak kepada masyarakat.

“Terkait proyek bekas penggalian tanah dan kabel-kabel di tepi jalan Balikpapan tolong untuk diperhatikan lagi. Untuk tim pengawas, Kelurahan dan Kecamatan tolong dikoordinasi kembali,” kata Syarifuddin.

Ia juga menjelaskan, adanya bekas galian Jaringan Gas dan Kabel Optik yang hanya ditimbun dengan tanah telah banyak membahayakan pengguna jalan, terutama di sepanjang jalan utama di Soekarno-Hatta Balikpapan Utara.

Baca Juga :   Sekda Kukar Tegaskan Triwulan Akhir Kegiatan APBD Setiap OPD Harus Rampung

“Sebenarnya sudah ada pengendara yang menjadi korban akibat galian ini. Hal itu karena tidak dipedulikan, sehingga membuat ketidaknyamanan masyarakat harus tetap di dahulukan,” terangnya kepada Wartawan Kamis (18/11) siang tadi.

Dirinya menginginkan semua anggota khususnya kontraktor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat bertanggungjawab terkait ketertiban lingkungan kota sehingga tidak merusak konsep tatanan keindahan Kota Balikpapan.

“Saya ingatkan, jadi jangan sampai perbaikan ini nantinya dibebankan ke APBD, karena ini tanggung jawab kontraktor yang mengerjakannya,” tegasnya.

Kemudian, tambah Oddang-akrabnya disapa, Pemerintah kota (Pemkot) sebaiknya mengeluarkan kebijakan agar satu tiang provider tersebut bisa digunakan untuk beberapa jaringan. Hal ini meminimalisir jalur berantakan yang merusak keindahan dan mengganggu keamanan warga Balikpapan.

Baca Juga :   Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Berikan Apresiasi Terhadap Program Prioritas Wali Kota Di Dunia Pendidikan

“Contohnya sudah digali terus ditimbun dengan tanah saja, coba dilihat sepanjang jalan itu, bagus apa tidak. Mereka dapat kegiatan proyek itu ada uangnya, paling tidak dikembalikan seperti semula lah,” pungkasnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *