Kembali, KNPI Samboja Gelar Nongki di Momentum Hari Pahlawan

Kutai Kartanegara – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menggelar Nongkrong Inspiratif (Nongki) yang ke 4 pada mometum Hari Pahlawan. Adapun tema yang diangkat ialah Semangat Kepahlawanan Generasi Milenial, Nongki tersebut digelar di sebuah kedai kopi, malam (13/11).

Nongki yang menjadi program rutinitas DPK KNPI Samboja merupakan wadah untuk bertukar pikiran dan menyerap aspirasi pemuda untuk keberlangsungan pembangunan Samboja.

“Nongki tersebut merupakan terobosan DPK KNPI Samboja untuk bertukaran pikiran dan menyerap aspirasi pemuda. Dengan begitu KNPI dapat bersinergi dan memiliki gagasan bersama demi keberlangsungan pembangunan samboja baik SDM maupun fisik,” tegas Alwi selaku Ketua Bidang Kajian Strategis.

Baca Juga :   Hadiri Pembukaan MTQ Ke-50, Abdulloh Siap Anggarkan Kegiatan MTQ Melalui APBD

Ketua DPK KNPI Samboja, Munir Anshory. S.Sos., juga menjelaskan bahwa Nongki kali ini lebih merefleksi dan membedah sejarah perjuangan pahlawan dari masa ke masa hingga keperjuangan rakyat Samboja. Hal tersebut untuk menambah wawasan generasi milenial agar tidak lupa akan sejarah.

“Pada Nongki Season 4 ini, kami lebih merefleksi sejarah perjuangan para pahlawan, Khususnya perjuangan rakyat samboja dari masa ke masa, kita ingin generasi milenial tidak lupa akan sejarah dan pengorbanan para pejuang demi kemerdekaan Indonesia serta keterlibatan Samboja sebagai pangkalan militer sebelum menyerang di area Kaltim,” pungkasnya.

Munir menambahkan adapun pembicara yang dihadirkan ialah orang-orang yang memiliki kapasitas di bidangnya. Dari Fahrizal Bahri dari Kota Balikpapan sebagai Pembina Komunitas Analisis Sejarah Institute, Muhammad Ali Sadli sebagai Budayawan Pesisir Kukar, dan Sujadi seorang guru dan penulis.

Baca Juga :   Vaksinasi Pelajar Mencapai 94 Persen, Wali Kota Berharap SMA Segera Menggelar PTM

“Pembicara yang kami hadirkan, Insya Allah orang-orang yang sudah mempuni di bidang sejarah. Ada Bang Fahrizal Bahri dari Pembina Analisis Sejarah Institute Kota Balikpapan, ada Bang Muhammad Ali Sadli dari Budayawan Pesisir Kukar, dan Bapak Sujadi seorang guru sekaligus penulis dari artikel Perjuangan Rakyat Samboja,” ungkap Munir.

Di akhir acara, Sujadi menyampaikan pesan kepada peserta agar tetap menjaga semangat perjuangan di tengah era digital agar tidak terbawa arus kecanggihan teknologi. (wi)

“Di tengah era digital saya harap generasi milenial tidak terbawa arus akibat laju arus kecanggihan teknologi, tetap kreatif dan berinovasi serta melawan mental block yang banyak menerpa maindset pemuda hari ini,” tutup Sujadi. (Al)

Baca Juga :   116 Veteran Terima Santunan Dari Pemkab Kukar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *