Rumah Warga Rusak, DPRD Balikpapan Kritik Proyek RDMP Pertamina

Balikpapan – Pembangunan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) atas proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan mendapat kritik dari DPRD Balikpapan.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menyampaikan, bahwa proyek tersebut sangat merugikan masyarakat sekitar. Karena kegiatan tersebut mengakibatkkan beberapa rumah warga yang rusak.

“Kami mendapatkan laporan dari warga, bahwa kegiatan proyek RDMP mengakibatkan rumah warga rusak, kemudian jalan rusak serta berdebu,” kata Alwi.

Lanjutnya, berdasarkan laporan warga sekitar, sebenarnya dirinya juga sudah mengeluhkan aktivitas tersebut, terutama untuk kawasan di Karang Anyar Balikpapan Barat.

“Sebenarnya sudah pernah saya keluhkan, dan sudah saya sampaikan di media sosial. Namun, ini RDMP kan proyek strategis nasional yang tidak bisa juga dihentikan,” terangnya kepada wartawan Selasa (14/12) siang tadi.

Baca Juga :   Loa Ipuh Darat Dapat Bantuan Program PKDT STMB Plus

Selain itu, dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Komisi IV guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Dan mencari solusi yakni dengan mengundang pihak Pertamina melalui agenda rapat dengar pendapat (RDP).

“Jadi gimana pertanggungjawabannya, harusnya dalam hal ini masyarakat jangan sampai dirugikan. Tadi saya mendapat laporan bahwa ada beberapa rumah yang retak-retak. Ya kalau bisa tolonglah ada solusinya, mungkin seperti ganti rugi,” bebernya.

Disisi lain, pembangunan RDMP juga sangat mengganggu waktu istirahat masyarakat. Karena pekerjaannya yang sampai larut malam dan mengakibatkan suara bising, sehingga menggangu warga sekitar.

“Jadi memang harus dipanggil pihak Pertamina atau RDMP. Seharusnya kalau yang sifatnya terlalu berisik itu jangan ada pekerjaan sampai malam hari, karena itu pasti mengganggu orang istirahat,” tegasnya.

Baca Juga :   Alun-Alun Kota Balikpapan Ditutup Saat Nataru, Rahmad Mas'ud Himbau Warga Tetap Jaga Prokes

Sementara belum diketahui pasti berapa jumlah kerusakan bangunan rumah warga yang ditimbulkan akibat pembangunan PT Kilang Pertamina Internasional tersebut.

“Nanti akan kita tinjau ke lapangan. Kalau tidak dikritik seperti ini, dikira RDMP clear-clear saja. Yang jelas kalau tidak ada ganti rugi ke masyarakat saya sangat keberatan,” pungkasnya.

 

Penulis : Bayu Andalas Putra

Editor : Muhammad Irfan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *