Rapat Koordinasi Dengan Mendagri, Budiono Paparkan Balikpapan Penyangga IKN

Balikpapan – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono menghadiri rapat koordinasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavial bersama dengan Kepala Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) guna membahas persiapan Peraturan Pemerintah (PP) turunan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN) terkait otonomi khusus.

Dalam rapat tersebut, materi yang dibahas yakni menampung masukan daerah di IKN Nusantara terkait rencana pembentukan PP dalam pembangunan serta pelaksanaan pemerintahan dengan daerah otorita yang dipimpin setingkat menteri dan dipilih oleh presiden. Begitu pula menerima masukan daerah tentang kearifan lokal.

Politikus PDI Perjuangan itu memaparkan dihadapan Mendagri Tito Karnavian terkait kondisi kota Balikpapan saat ini sebagai kota penyangga IKN dengan kekuatan APBD yang mencapai Rp 2,3 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 760 miliar.

Baca Juga :   Abdulloh Minta Pansus Telusuri Status Aset di Masing-Masing Pengembang

“Kemampuan kami ketika nanti menghadapi IKN, sekolah SMP baru 23, dan SD 135. Rumah sakit tipe C berjumlah 2, Puskesmas lebih dari 20. Air baku ada 2 waduk, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip,” kata Budiono.

Dirinya menjelaskan, bahwa sumber air baku yang menjadi penunjang kebutuhan air bersih di Balikpapan yaitu Waduk Manggar dan Waduk Teritip. Kemudian, ada satu Waduk lagi yang sedang dalam tahap pembangunan yakni waduk Aji Raden.

Disamping itu, terkait pertumbuhan penduduk dalam 3 tahun terakhir, termulai 2019 sampai dengan 2021, hampir mengalami kenaikan pertambahan penduduk rata-rata kurang lebih 30 ribu jiwa. Sehingga pihaknya meminta petunjuk terkait supporting mengenai pendidikan karena mengingat sekolah di Balikpapan sangat terbatas.

Baca Juga :   DPRD Minta Maksimalkan Retribusi Sampah, Budiono Menilai Pemkot Perlu Ambil Langkah Alternatif

“Kami mminta petunjuk dan juga perhatian terkait supporting. Karena, ketika di IKN ada DPR atau legislatifnya, kami di kota Balikpapan berharap untuk diberi kesempatan agar menjadi anggota legislatif di sana,” terangnya kepada wartawan Sabtu (19/2) saat dikonfirmasi.

Selain itu, Kota Minyak ini juga memiliki teluk yang bernama Teluk Balikpapan. Dimana ekosistem pesut berada di teluk tersebut, maka pihaknya mengaku jika nantinya ada pembangunan besar-besaran agar lebih memperhatikan kelestarian ekosistem.

Ia juga menjelaskan terkait perkembangan perekonomian kota Balikpapan bahwa kota minyak ini merupakan kota jasa. Karena, jika pertambahan penduduk terus meningkat, maka perputaran ekonomi juga akan berimbas pada sektor jual beli bahan pokok.

Baca Juga :   Rapat Paripurna Kembali Digelar, Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Terkait RPJMD

Sedangkan, lanjut Budiono, di kota Balikpapan hanya memiliki dua mall perbelanjaan yang besar dan memiliki pasar rakyat yang kondisinya juga sangat memprihatinkan.

“Sekali lagi, kami memohon petunjuknya, karena Balikpapan tidak mempunyai sumber daya alam dan hanya kota jasa, jadi kebutuhan pokok hanya disupport dari daerah lain,” pungkasnya.

 

Penulis : Bayu Andalas Putra

Editor : Muhhamad Irfan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!