Kurangi Kemacetan di Balikpapan, Dewan Minta Pemkot Buat Jalan Alternatif

Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan H. Kamaruddin Ibrahim mengaku, bahwa pihaknya mendorong pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan untuk membuat terobosan terkait akses jalan tembus.

Dirinya menilai, pembangunan akses jalan tembus di beberapa titik kota Balikpapan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di jam-jam sibuk, baik itu saat berangkat bekerja maupun pulang kerja.

“Sebaiknya Pemkot membangun jalan tembus. Kalau sekarang memang banyak jalan tembus, tapi harus diperluas, sehingga menjadi jalur alternatif masyarakat di jam sibuk,” kata H. Kamaruddin.

Menurutnya, ada sejumlah titik yang sering terjadi kemacetan di jam sibuk diantaranya MT Haryono, baik itu dari Balikpapan Permai (BP) hingga Balikpapan Baru (BB). Selain itu, kawasan Grand City hingga menuju ke Polda Kaltim juga menjadi salah satu titik kemacetan.

Baca Juga :   Naikan Gaji THL, Pemkab PPU Alokasikan Anggaran Rp 144 Miliar

Dirinya menjelaskan, kemacetan tersebut disebabkan tidak adanya jalan alternatif yang disiaokan oleh Pemkot. Walaupun baru-baru ini ada beberapa jalan alternatif yang dibangun, namun itu adalah terobosan dari pemimpin sebelumnya.

“Kalau jalan tembusan yang ada saat ini merupakan terobosan dari Walikota sebelumnya, seperti Pak Tjutjup Suparna, H Imdaad Hamid,” terangnya kepada wartawan.

Saat ini sudah saatnya pemerintah membuat terobosan jalan alternatif, hal ini guna mengurai kemacetan di Kota Balikpapan. Mengingat Balikpapan akan menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) pastinya populasi pendudukan akan semakin bertambah.

“Saya khawatir kota Balikpapan akan semerawut jika Pemkot tidak membuat terobosan untuk mengurai kemacetan. Maka dari itu saya meminta Pemkot segera memikirkan masalah kemacetan ini dengan membuat terobosan jalan alternatif,” pungkasnya.

Baca Juga :   Pemkot Siapkan Enam Posko Penjagaan Saat Nataru

Penulis : Bayu Andalas Putra

Editor : Muhammad Irfan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!