Berikan Dampak Negatif, APKASA Soroti Pengerjaan Jargas di Kecamatan Samboja

Samboja – Aliansi Pemuda dan Masyarakat Samboja (APKASA) menyoroti terkait Proyek Strategis Nasional Penanaman/Galian Pipa Gas dari PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Solution yang dikerjakan oleh PT. Citra Panji Manunggal (CPM), yang beroprasi di wilayah Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara.

Koordinator Lapangan (Korlap) APKASA, M. Alwi Dahlan menyampaikan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan upaya peneguran secara langsung, akan tetapi sampai saat ini tidak begitu diindahkan oleh pelaksana kegaiatan.

“Banyak dampak buruk, sudah berbagai pihak yang menegur untuk memperbaiki proses pengerjaan penggalian pipa, dari pihak Pemerintah Kecamatan Samboja dan beberapa minggu lalu dari pihak Polsek Samboja juga memanggil mereka namun tidak ada kejelasan,” kata Alwi.

Melihat hal tersebut, APKASA yang terdiri dari Pemuda Samboja menggelar Konsolidasi Terbuka di Halaman Kantor Kecamatan Samboja (17/10) kemarin.

Baca Juga :   Gandeng GMNI, Polda Kaltim Bagikan Sembako ke Warga

“Konsolidasi ini dilakukan guna merembukan persoalan dan temuan-temuan masyarakat yang dianggap berdampak buruk pada proses pengerjaan galian pipa,” terangnya kepada wartawan Selasa (18/10) siang tadi.

Pemuda yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan ini juga menjelaskan, bahwa gerakan tersebut hadir akibat banyaknya keluhan masyarakat yang beredar di media sosial dan temuan di lapangan.

“Sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan dampak dari galian pipa gas ini. Gerakan ini juga sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga dan merawat daerah kami,” tegas Alwi.

Adapun poin hasil dari konsolidasi terbuka yakni, pihaknya mendukung Proyek Strategis Galian Pipa Gas Sanipah-Balikpapan, dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal dan keberlangsungan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :   Besok, Unjuk Rasa Damai di Kantor Wali Kota Balikpapan

Akan tetapi, pihaknya juga meminta pihak terkait untuk mengevaluasi serta menegur keras proses pengerjaan galian pipa gas yang dianggap banyak menimbulkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat Samboja.

Selain itu, ia juga mempertanyakan komitmen bersama terkait jarak galian pipa gas dari badan jalan antara pihak PUPR Kaltim dengan Pihak Pelaksana yaknk PT. PGN Solution dan PT. CPM. Sebab, galian pipa tersebut sangat dekat dengan badan jalan sehingga pihaknya mengkhawatirkan dikemudian hari dapat menimbulkan longsor pada badan jalan.

Pihaknya juga menuntut pelaksana kegiatan agar segera menuntaskan setiap titik galian pipa hingga pengerasan dan pembersihan sebelum berpindah ke titik selanjutnya.

Karena, lanjutnya, hal ini dapat mencegah jalanan yang licin yang nantinya dapat mengakibatkan kecelakaan serta miminimalisir dampak debu yang dapat mengganggu setiap pengendara yang melintas.

Baca Juga :   Hadapi Tantangan Digitalisasi, SKK Migas Kembali Gelar Webinar Untuk Mengedukasi

Selanjutnya, pihaknya juga meminta untuk mempertimbangkan lanjutan galian pipa gas rute Kuala-Sanipah, agar kembali ke planning awal yaitu tetap lewat dalam hutan bukan pinggiran jalan umum.

Dirinya menegaskan, untuk segera diadakan pertemuan antara pihak Muspika, pelaksana kegiatan PT. CPM, PT PGN Solution, Pertamina Gas, Tokoh Masyarakat. Dalam hal ini dihadirkan pula HSE Manager PT. PGN Solution, HSE Manager PT. CPM, HSE Pertamina Gas.

“Apabila dalam kurun waktu 5×24 jam tidak ada tanggapan, maka kami APKASA akan menggelar Aksi Unjuk Rasa sebagai bentuk kekecewaan dan demi sebuah keadilan,” pungkasnya.

Penulis : Bayu Andalas Putra

Editor : Muhammad Irfan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!