Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan Jelang Ramadan 2026

Penajam Paser Utara – Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) siap difungsikan menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, usai melakukan kunjungan lapangan dan rapat koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) di kawasan Masjid Negara IKN, Rabu (7/1/2026).

Abu Rokhmad menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi fisik masjid setelah proses pembangunan oleh penyedia jasa dinyatakan rampung. Peninjauan meliputi area utama masjid, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, podium khotbah, ruang imam, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Selain pengecekan fisik bangunan, kami juga menginventarisasi sejumlah kebutuhan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal. Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar benar-benar siap, khususnya untuk mendukung aktivitas ibadah selama Ramadan,” ujarnya.

Baca Juga :   Percepat Sertifikasi Aset Pemkot, Dewan Sebut Balikpapan Wilayah Strategis Pengembangan Investasi

Ia menegaskan, Masjid Negara IKN diharapkan mampu merepresentasikan wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif. Oleh karena itu, pengelolaan masjid ke depan harus ditopang oleh sistem idarah, takmir, dan riayah yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.

Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya penerapan konsep ekoteologi dalam pengelolaan Masjid Negara IKN. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi simbol harmoni antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat pembangunan IKN yang berkelanjutan.

“Kami ingin Masjid Negara IKN menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga dari tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Baca Juga :   Momen Salat Subuh Perdana di Masjid Negara IKN, Tandai Aktivasi Spiritualitas Ibu Kota Baru

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa Kemenag turut menyiapkan sejumlah usulan nama Masjid Negara IKN yang akan diajukan kepada Menteri Agama. Penamaan tersebut diharapkan mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, serta visi IKN sebagai kota masa depan.

Menurut Arsad, kesiapan masjid tidak hanya dilihat dari aspek bangunan, tetapi juga kesesuaian ornamen, kaligrafi, serta ketepatan arah kiblat. Seluruh elemen tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dan sesuai dengan kaidah syariah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk OIKN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi keagamaan, dalam mendukung pengoperasian Masjid Negara IKN sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

Baca Juga :   Sambut Pembangunan IKN, Pemkot Balikpapan Akan Siapkan Tenaga Kerja Lokal

Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam, menambahkan bahwa pihaknya turut melakukan pengecekan detail terhadap kesiapan sarana dan prasarana masjid, mulai dari area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, hingga aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Kemenag juga tengah merancang konsep perpustakaan masjid yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan fungsi edukatif Masjid Negara IKN. Perpustakaan tersebut diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan representatif.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Masjid Negara IKN ditargetkan dapat dioperasikan secara bertahap dan siap memberikan pelayanan optimal kepada jamaah, khususnya dalam menyambut Ramadan 2026, serta memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.

You May Also Like