Menkes Soroti Mahal Tiket Jakarta–Aceh Saat Kirim Tim Medis Banjir

Banda Aceh – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya harga tiket pesawat rute Jakarta–Aceh dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama pimpinan DPR dan para pemangku kepentingan terkait. Kondisi tersebut dinilai menjadi kendala dalam proses pengiriman tenaga medis ke wilayah terdampak bencana.

Dalam rapat yang digelar di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Sabtu (10/1/2026), Budi mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan untuk penanganan banjir cukup besar. Dalam kurun waktu dua minggu, Kementerian Kesehatan harus mengirim sekitar 700 hingga 800 tenaga medis ke berbagai titik, termasuk pos pengungsian dan wilayah terpencil.

“Relawan itu datang dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit, fakultas kedokteran, hingga Ikatan Dokter Indonesia,” ujar Budi.

Baca Juga :   TNI Evakuasi 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Tembagapura

Ia menjelaskan, mahalnya harga tiket pesawat langsung ke Aceh memaksa tim medis mencari alternatif rute lain demi menekan biaya. Salah satu solusi yang ditempuh adalah mengirim relawan melalui Malaysia karena tarif penerbangan yang dinilai jauh lebih murah.

“Yang penting tenaga medis bisa sampai. Kami kirim lewat Malaysia karena lebih murah, tiketnya bisa sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ungkapnya.

Namun, penggunaan rute tersebut sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Budi menuturkan, sejumlah unggahan di media sosial mengira tenaga kesehatan Kemenkes yang mengenakan rompi biru sebagai relawan dari Malaysia.

“Banyak yang mengira relawan kesehatan Malaysia datang, padahal itu tenaga medis Kemenkes yang masuk lewat Malaysia. Jadi kami juga merasa kurang enak,” jelasnya.

Baca Juga :   Jokowi Minta Zulkifli Hasan Urus Harga Minyak Goreng

Menyikapi persoalan tersebut, Budi mengusulkan adanya kebijakan harga tiket khusus bagi relawan kebencanaan, khususnya yang bertugas ke wilayah Sumatera. Menurutnya, selain personel, relawan juga kerap membawa perbekalan dalam jumlah besar.

“Mudah-mudahan bisa dibantu agar relawan ini mendapat harga tiket khusus. Apalagi mereka sering membawa banyak logistik,” ujarnya.

Ia berharap harga tiket pesawat langsung ke Aceh tidak terpaut terlalu jauh dibandingkan dengan rute alternatif melalui luar negeri. “Pak Gubernur pasti merasakan, orang Aceh juga tahu bahwa mutar lewat jalur lain itu jauh lebih murah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar harga tiket pesawat menuju daerah bencana dapat ditekan dan lebih terjangkau, sehingga distribusi bantuan, termasuk tenaga medis, dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Baca Juga :   Menko Perekonomian Sebut Kartu Prakerja Akan Berlanjut di Tahun 2023 Mendatang

You May Also Like