Balikpapan — Gelaran Balikpapan Tourism 2025 yang berlangsung pada Sabtu (8/11/2025) sore menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Balikpapan. Ketua Umum BPC HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya peran pengusaha muda dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam wawancara usai menjadi narasumber, Adam menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Balikpapan Tourism 2025 yang dinilai mampu menjadi ruang bagi pengusaha muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan karya serta berkontribusi terhadap perekonomian kota.
“Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut. Balikpapan memiliki peran penting sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara. Sudah sepatutnya anak-anak muda dan pengusaha muda Balikpapan tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku ekonomi yang mendukung pembangunan IKN,” ujarnya.
Adam juga menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Balikpapan. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi dan inovasi di kalangan pengusaha muda semakin kuat.
“Pertumbuhan ekonomi UMKM dan ekonomi kreatif di Balikpapan sudah luar biasa. Kegiatan seperti Balikpapan Festival yang menjadi bagian dari Balikpapan Tourism adalah bukti nyata bahwa anak-anak muda Balikpapan mampu menunjukkan karya di tingkat nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adam menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Ia mencontohkan, tahun sebelumnya sektor ekonomi kreatif telah menyumbang sekitar Rp1.400 triliun terhadap devisa negara.
“Ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru Indonesia. Negara-negara maju seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan Qatar sudah beralih dari ketergantungan terhadap sumber daya alam ke sektor ekonomi kreatif — dan Indonesia harus menuju ke arah itu,” katanya.
Dalam paparannya, Adam juga menyinggung sejumlah program konkret yang dijalankan HIPMI Balikpapan untuk mendukung pertumbuhan pengusaha muda, salah satunya program launching 1.000 pengusaha baru yang mayoritas diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi.
“Mereka adalah calon-calon penggerak ekonomi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Kami ingin membekali mereka agar siap menghadapi era bonus demografi dengan menjadi pelaku usaha yang mandiri dan inovatif,” tambahnya.
Adam menutup wawancara dengan optimisme bahwa Kota Balikpapan akan menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif yang berpengaruh di Indonesia.
“Kami yakin ke depan akan lahir lebih banyak pengusaha muda dan pelaku UMKM yang naik kelas. Balikpapan siap berkontribusi untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi kreatifdi masa depan,” pungkasnya.
