Balikpapan – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Rencana Induk Pengembangan Kilang Pertamina (RDMP) Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan industri energi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut bahwa peresmian kilang minyak di Indonesia terakhir kali dilakukan lebih dari tiga dekade lalu. Karena itu, kehadiran RDMP Balikpapan dinilai sebagai momen bersejarah sekaligus membanggakan bagi bangsa Indonesia.
Presiden mengaku bersyukur dan bangga atas rampungnya proyek strategis nasional tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para insinyur, tenaga kerja, aparat keamanan, pemerintah daerah, manajemen Pertamina, serta masyarakat Kalimantan Timur yang turut mendukung pembangunan kilang tersebut. Ia menegaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan prestasi besar bagi negara dan bangsa.
Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya kemandirian energi nasional. Selain ketahanan pangan, sektor energi dinilai menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan. Indonesia, menurutnya, memiliki sumber daya energi yang melimpah dan harus mampu dikelola secara mandiri demi kepentingan nasional.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan kini tercatat sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp123 triliun. Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, dengan standar bahan bakar Euro V serta mendukung target Net Zero Emission (NZE).
Bahlil menambahkan, beroperasinya RDMP Balikpapan mampu menghemat devisa negara lebih dari Rp60 triliun setiap tahun, terutama dari pengurangan impor bahan bakar minyak jenis solar.
Ke depan, kilang ini juga akan meningkatkan produksi bahan bakar berkualitas tinggi dengan Research Octane Number (RON) 92, 95, dan 98. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendorong badan usaha swasta menyerap produk energi dalam negeri melalui Pertamina.
Peresmian RDMP Balikpapan turut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wali Kota Balikpapan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur.
