Balikpapan – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma menyampaikan, bahwa pihak tidak akan mencairkan dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Balikpapan jika masih berstatus dualisme.
Dirinya juga mengaku, akan memfasilitasi kedua kubu KNPI Balikpapan guna mencari solusi sehingga nantinya akan menjadi satu pengurus saja.
“Kami akan memfasilatasi kedua kubu tersebut. Harapannya mereka bisa menjadi satu agar dana hibah tersebut bisa dicairkan,” kata Ratih.
Ia menjelaskan, alasan dana hibah KNPI Balikpapan tersebut tidak dapat dicairkan, karena adanya aturan yang berlaku. Sehingga proses tersebut akan bertentangan dengan aturan itu.
“Jadi persyaratannya tidak ada konflik, semua permasalahan harus clear. Jika masih dualisme otomatis dana hibah belum bisa dikeluarkan,” terangnya kepada wartawan Kamis (10/6) siang tadi.
Seperti diketahui, anggaran dana hibah tahun ini disiapkan untuk KNPI Kota Balikpapan sebesar Rp800 juta. Namun anggaran itu tidak dapat dicairkan apabila belum adanya penyatuan yang mengayomi organisasi kepemudaan tersebut.
“Jadi, kalau tidak salah dana hibah KNPI itu besarannya Rp800 juta, yang nantinya diberikan satu kali dalam setahun,” jelasnya.
Di samping itu, Disporapar Balikpapan akan memfasilitasi kedua kubu KNPI Balikpapan agar mendapatkan jalan keluar. Hal ini agar KNPI sebagai penerima dana hibah dan pemerintah sebagai penyalurnya sama-sama tidak tersangkut aturan.
“Kami memiliki peran untuk memfasilitasi kedua KNPI yang ada di Balikpapan untuk mempertemukan keduanya, mencari solusi terbaik dan berdamai,” pungkasnya.
Penulis : Bayu Andalas Putra
Editor : Muhammad Irfan